Kasus PPh Pasal 21 & SPT 1721

Posted on Juli 19, 2007. Filed under: Tax Case |

PT. Jaya NPWP/1.456.789.0.035 alamat Jl. Arjuna 1000, Surabaya bergerak dibidang industri makanan ringan. Dalam tahun 2006 PT. Jaya telah membayar gaji, upah, honorarium dan imbalan jasa lain sehubungan dengan pekerjaan dan jasa yang dilakukan oleh pegawai tetap maupun yang bukan pegawai tetap termasuk pembayaran premi asuransi kecelakaan kerja, premi asuransi kematian dan iuran THT ke PT. Jamsostek dan iuran pensiunan kedana pensiunan yang pendiriaanya telah disahkan mentri keuangan

A. Pembayaran Kerja pegawai tetap

1. Nama : Budiman
NPWP : 4.987.654.2.035
Alamat : Jl. Anggrek no.17 Surabaya
Jabatan : Direktur
Status : Kawin menanggung sepenuhnya seorang anak, Ibu kandung dan adik kandung

Penghasilan dalam tahun 2006 :
Gaji Rp. 120.000.000
Tunjangan transport Rp. 15.000.000
Tunjangan makan Rp. 12.000.000
Honorarium Rp. 20.000.000
Bonus Rp. 30.000.000
Iuran pensiun Rp. 6.000.000
Iuran pensiun ditanggung sendiri oleh pegawai Rp. 3.000.000
PPh pasal 21 dipotong/dilunasi Rp. 30.000.000

2. Nama : Dedy
NPWP : –
Alamat : Jl. Cempaka 20 Surabaya
Jabatan : Bagian produksi
Status : Tidak kawin

Dedy mulai bekerja pada PT. Jaya Surabaya 2006, sebelumnya belum mendapat pekerjaan. Penghasilan Dedy dari PT. Jaya dalam masa Januari s/d Desember 2006 adalah sebagai berikut

Gaji Rp. 29.000.000
Tunjangan transport Rp. 3.000.000
Tunjangan makan Rp. 3.000.000
Premi asuransi kecelakaan Rp. 90.000
Premi asuransi kematian Rp. 30.000
Iuran THT dibayar pemberi kerja Rp. 330.000
Bonus Rp. 2.500.000
Iuran THT ditanggung pegawai Rp. 180.000
Pasal 21 dipotong/dibayar telah sesuai dengan ketentuan
Premi asuransi kecelakaan dan asuransi kematian ditanggung pemberi kerja

3. Nama : Ny. Emilia (karyawati)
NPWP : –
Alamat : Jl. Melati, Surabaya
Jabatan : Sekretaris
Status : Kawin menanggung seorang anak,
suami Emilia pegawai PT. Mapan penghasilan dalam tahun 2006

Gaji Rp. 48.000.000
Tunjangan transport Rp. 3.600.000
Tunjangan makan Rp. 3.600.000
Penggantian biaya pengobatan Rp. 1.500.000
Premi asuransi kecelakaan Rp. 180.000
Premi asuransi kematian Rp. 60.000
Iuran THT dibayar pemberi kerja Rp. 660.000
Bonus Rp. 5.000.000
Iuran THT ditanggung pegawai Rp. 300.000
PPh. Pasal 21 dipotong/dilunasi Rp. 352.550
Premi asuransi kecelakaan dan asuransi kematian ditanggung pemberi kerja

B. Pembayaran kepada penerima imbalan kepada yang lainnya selain pegawai tetap telah dipotong PPh. Pasal 21/26 dan disetor sesuai dengan ketentuan

PT. Jaya dalam tahun 2006 telah melakukan pembayaran upah, honorarium, dan pembayaran lain kepada selain pegawai tetap sebagai berikut

1. pembayaran honorarium kepada Drs. Suganda, Ak (Akuntan Publik) sebesar Rp. 40.000.000 sebagai imbalan atas jasa audit laporan keuangan PT. Jaya
2. Komisi sebesar Rp. 30.000.000 kepada Susilo status kawin belum mempunyai anak ( K/-) selaku agen perorangan yang dilakukan pada bulan desember 2006
3. Tuan Takayaki Gumi, konsultan produksi dari Jepang yang bekerja pada PT. Jaya selama 5 bulan sebesar Rp. 150.000.000

Diminta :
1. Hitunglah PPh Pasal 21/26 terutang baik bagi Pegawai Tetap maupun Pegawai Tidak Tetap.
2. Isikan informasi di atas ke dalam SPT Tahunan PPh pasal 21/26 (SPT 1721 beserta lampiran-lampirannya) PT. Jaya Tahun 2006.

PENYELESAIAN KASUS

A. Pembayaran kepada pegawai tetap
1. Penghasilan Brutto Budiman tahun2006
Gaji Rp. 120.000.000
Tunjangan Transport Rp. 15.000.000
Tunjangan makan Rp. 12.000.000
Honorarium Rp. 20.000.000
Bonus Rp. 30.000.000
____________
Total penghasilan Brutto setahun Rp. 197.000.000

Pengurangan
– Biaya jabatan 5% X Rp. 197.000.000 RP. 9.850.000
max diperkenankan Rp. 1.296.000.00 Rp. 1.296.000
– Iuran pensiun Rp. 3.000.000 Rp. 4.296.000
___________ __________-
Penghasilan Netto tahun 2006 Rp. 192.704.000

PTKP (K/2)
– Untuk WP Rp. 2.880.000
– Tambahan karena menikah Rp. 1.440.000
– tambahan untuk anak dan ibu kandung Rp. 3.000.000 Rp. 7.200.000
__________ ___________-
PKP Rp. 185.504.000

PPh. Pasal 21 tahun 2006
– 5 % X Rp. 25.000.000 Rp. 1.250.000
-10 % X Rp. 25.000.000 Rp. 2.500.000
-15 % X Rp. 50.000.000 Rp. 7.500.000
-25 % X Rp. 85.504.000 Rp. 21.376.000
___________+
Rp. 32.626.000
PPh. Pasal 21 yang telah dipotong Rp. 30.000.000
___________-
Rp. 2.626.000

2. Penghasilan Brutto Dedy tahun 2006
Gaji Rp. 29.000.000
Tunjangan transport Rp. 3.000.000
Tunjangan makan Rp. 3.000.000
Premi asuransi kecelakaan Rp. 90.000
Bonus Rp. 2.500.000
___________
Total penghasilan bruto setahun Rp. 37.620.000

Pengurangan
-Biaya jabatan 5 % X Rp. 37.620.000 max Rp. 1.296.000
-Iuran THT Rp. 180.000 Rp. 1.476.000
__________ ___________-
Penghasilan netto tahun 2006 Rp. 36.144.000

PTKP (TK)
– Untuk WP Rp. 2.880.000
__________-
PKP Rp. 33.264.000

PPh. Pasal 21 tahun 2006 Rp. 2.076.400
PPh. Pasal 21 yang telah dipotong Rp. 2.076.400
___________-
Kurang bayar PPh pasal 29 Rp. NIHIL
3. Penghasilan Brutto Ny. Emilia tahun 2006
Gaji Rp. 48.000.000
Tunjangan transport Rp. 3.600.000
Tunjangan makan Rp. 3.600.000
Penggantian biaya pengobatan Rp. 1.500.000
Premi asuransi kecelakaan Rp 180.000
Premi asuransi kematian Rp. 60.000
Bonus Rp. 5.000.000
___________+
Rp. 61.940.000

Pengurangan
– Biaya jabatan 5% X Rp. 61.940.000 Rp. 1.597.000
max diperkenankan Rp. 1.296.000 Rp. 1.296.000
– Iuran THT Rp. 300.000 Rp. 1.596.000
___________ __________-
Penghasilan netto tahun 2006 Rp. 60.344.000

PTKP (TK)
– Untuk WP (karena suami bekerja) Rp. 2.880.000
__________-
PKP Rp. 57.464.000

PPh pasal 21 tahun 2006 Rp. 4.869.600
PPh pasal 21 yang telah dipotong Rp. 1.352.550
___________-
Kurang bayar PPh pasal 29 Rp. 3.517.050

B. Pembayaran Kepada imbalan kepada yang lainnya selain pegawai tetap telah dipotong PPh pasal 21/25 dan disetor sesuai dengan ketentuan

1. PPh pasal 21 yang harus dipotong atas pembayaran honorarium Rp. 40.000.000 kepda Drs. Suganda, Ak :
– 15% X (50% X Rp. 40.000.000) = Rp. 3.000.000
2. PPh pasal 21 yang harus dipotong atas pembayaran komisi sebesar Rp. 30.000.000 kepada Susilo
– 5 % X Rp. 25.000.000 = Rp. 1.250.000
– 10 % X Rp. 5.000.000 = Rp. 500.000
__________+
Rp. 1.750.000
3. Karena tuan Takayaki Gumi bekerja diIndonesia kurang dari 183 hari (5 bulan = 150 hari)
PPh. Pasal 21 atas honor tuan Takayaki Gumi
– 20% X Rp. 150.000.000 = Rp. 30.000.000

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Satu Tanggapan to “Kasus PPh Pasal 21 & SPT 1721”

RSS Feed for My Tax Community Comments RSS Feed

pak tolong artikel mengenai kasus perpajakan d tambah lagi


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: