<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My Tax Community</title>
	<atom:link href="http://kautsartax.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kautsartax.wordpress.com</link>
	<description>Menjadikan Pajak Lebih Bersahabat dan Komunikatif</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jun 2008 08:56:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kautsartax.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My Tax Community</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kautsartax.wordpress.com/osd.xml" title="My Tax Community" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kautsartax.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kasus Pemungutan PPh Pasal 22?</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2008/06/06/kasus-pemungutan-pph-pasal-22/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2008/06/06/kasus-pemungutan-pph-pasal-22/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 08:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Case]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Berikut saya berikan contoh kasus yang berkaitan dengan PPh Pasal 22 sebagai tugas bagi mahasiswa yang menempuh MK Perpajakan di STIE Perbanas Surabaya. Demikian terima kasih. Saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri tapioka. Apakah atas setiap pembelian bahan bakunya, baik dari petani atau penjual lainnya, harus dipungut PPh Pasal 22? Bila memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=40&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut saya berikan contoh kasus yang berkaitan dengan PPh Pasal 22 sebagai tugas bagi mahasiswa yang menempuh MK Perpajakan di STIE Perbanas Surabaya. Demikian terima kasih.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>Saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri tapioka. Apakah atas setiap pembelian bahan bakunya, baik dari petani atau penjual lainnya, harus dipungut PPh Pasal 22? Bila memang wajib berapa besar tarifnya? Terima kasih.</p>
<p>Silahkan kirimkan komentar atau solusi atas kasus tersebut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=40&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2008/06/06/kasus-pemungutan-pph-pasal-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Perpajakan Karyawan</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2008/05/13/kewajiban-perpajakan-karyawan/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2008/05/13/kewajiban-perpajakan-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[KEWAJIBAN PERPAJAKAN KARYAWAN Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah berhasil menjaring 10 juta Wajib Pajak orang pribadi dan terus bertambah. Salah satu upaya untuk menaikkan jumlah pembayar pajak adalah pemberian NPWP karyawan melalui perusahaan.   Kewajiban Karyawan untuk Ber-NPWP Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor l6 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (UU KUP), yang menyatakan: &#8220;Setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=39&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr style="height:18.75pt;">
<td style="height:18.75pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:15pt;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">KEWAJIBAN PERPAJAKAN KARYAWAN</span></strong><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;"></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:15pt;margin:0;">
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah berhasil menjaring 10 juta Wajib Pajak orang pribadi dan terus bertambah. Salah satu upaya untuk menaikkan jumlah pembayar pajak adalah pemberian NPWP karyawan melalui perusahaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:15pt;margin:0;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:15pt;margin:0;"><span id="more-39"></span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Kewajiban Karyawan untuk Ber-NPWP</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor l6 Tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (UU KUP), yang menyatakan: </span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">&#8220;Setiap Wajib Pajak wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. &#8220;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Namun, khusus untuk Wajib Pajak orang pribadi yang hanya berstatus sebagai karyawan, kewajiban memiliki NPWP tidak selalu timbul. Ada syarat khusus yang menjadi dasar kapan timbulnya kewajiban ber-NPWP. Hal ini, dinyatakan dalam Pasal 2 ayat (2) Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001, yang menyebutkan: </span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">&#8220;WP orang pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, apabila sampai dengan suatu bulan memperoleh penghasilan yang jumlahnya telah melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) setahun, wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP paling lambat pada akhir bulan berikutnya.&#8221;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Jika seorang karyawan telah memenuhi ketentuan untuk memiliki NPWP namun tidak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, maka berdasarkan Pasal 2 ayat (6) KEP-161/PJ./2001, karyawan tersebut bisa diberikan NPWP secara jabatan atau secara paksa. </span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Kiat Ditjen Pajak untuk menjaring Wajib Pajak karyawan dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-338/PJ./2001 mengenai Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak Orang Pribadi yang Berstatus sebagai Karyawan.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Pokok-pokok keputusan tersebut adalah:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Setiap Wajib Pajak Orang Pribadi yang berstatus sebagai karyawan wajib mendaftarkan diri dan kepadanya diberikan NPWP sesuai ketentuan yang berlaku;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Pendaftaran NPWP bagi orang pribadi berstatus sebagai karyawan dapat dilakukan di KPP Domisili (sesuai dengan tempat tinggal karyawan) atau melalui KPP Lokasi (sesuai dengan tempat kegiatan usaha pemberi kerja atau bendaharawan);</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Kepala KPP dapat memberikan NPWP secara jabatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah dilakukan kegiatan pencarian data Wajib Pajak Orang Pribadi yang berstatus sebagai Karyawan.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Kewajiban memiliki NPWP bagi karyawan dapat dipahami.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Misalnya saja. semakin besar penghasilan seseorang, akan semakin besar pula kecenderungannya untuk menabung atau diinvestasikan di sektor lainnya seperti saham, atau surat berharga sehingga dia mungkin memperoleh penghasilan di luar gaji yang diterimanya setiap bulan.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Demikian pula halnya bila karyawan tersebut melakukan pengalihan atau penjualan harta seperti kendaraan atau properti pribadi miliknya. Dari sisi pajak, transaksi tersebut menimbulkan penghasilan yang merupakan Objek Pajak. Bila karyawan tersebut tidak memiliki NPWP, transaksi penjualan harta atau properti tersebut bisa jadi tidak termonitor oleh pajak. Itu sebabnya, sejak tahun 2001 pihak DJP mewajibkan orang pribadi termasuk juga karyawan untuk mendaftarkan diri guna memperoleh NPWP.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Dalam rangka menjaring WP orang pribadi untuk memiliki NPWP, DJP telah menerbitkan perangkat peraturan yang mengatur tentang penerbitan NPWP secara jabatan yang dituangkan dalam Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-144/PJ./2005. Dalam Pasal 2 Peraturan Dirjen Pajak tersebut dinyatakan bahwa pemberian NPWP secara jabatan oleh Kantor Pusat DJP dilakukan terhadap Wajib Pajak yang berdasarkan data yang dimiliki oleh DJP memenuhi persyaratan untuk memperoleh NPWP tetapi tidak memenuhi kewajiban untuk mendaftarkan diri.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">PTKP dan NPWP</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Kewajiban perpajakan orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau melakukan pekerjaan bebas timbul sejak orang pribadi tersebut secara kumulatif dalam satu Tahun Pajak menerima penghasilan di atas PTKP. Kondisi ini tentunya bergantung pada status orang pribadi karyawan tersebut, apakah telah berstatus kawin dengan tanggungan, kawin tanpa tanggungan atau berstatus lajang dengan atau tanpa tanggungan. </span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Berikut ini batasan PTKP bagi karyawan untuk menentukan kapan harus sudah mendaftarkan diri untuk menerima NPWP mulai Tahun Pajak 2006 sesuai dengan PMK Nomor: 137/PMK.03/2005.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">No.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Status Karyawan</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Besar PTKP</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Keterangan</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">1.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">TK/0</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.13.200.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.13.200.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">2.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">TK/1</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.14.400.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.14.400.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">3.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">TK/2</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.14.400.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.14.400.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">4.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">TK/3</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.15.600.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.15.600.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">5.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">K/0</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.13.200.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.13.200.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">6.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">K/1</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.14.400.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.14.400.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">7.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">K/2</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.15.600.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.15.600.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">8.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">K/3</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Rp.16.800.000,00</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib NPWP bila penghasilan &gt; Rp.16.800.000,00 dalam satu Tahun Pajak</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Keterangan:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">TK = Karyawan dengan status Tidak kawin</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">K = Karyawan dengan status kawin</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">1&#8230; = jumlah tanggungan</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Khusus untuk wanita kawin yang bekerja dan tidak memiliki perjanjian pemisahan harta dengan suaminya, maka PTKP-nya adalah hanya untuk dirinya sendiri (TK/0). Wanita yang telah menikah dan tidak ada perjanjian pemisahan harta atau telah hidup berpisah (cerai), maka NPWP wanita tersebut mengikuti suaminya.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Tempat Pendafataran NPWP</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Wajib Pajak orang pribadi karyawan pada prinsipnya dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempatnya berdomisili atau bertempat tinggal. Namun demikian, dalam ketentuan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-338/PJ./2001 disebutkan bahwa WP orang pribadi karyawan juga dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh NPWP melalui KPP lokasi (KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha Pemberi Kerja).</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Dalam pelaksanaannya, pendaftaran NPWP bagi karyawan melalui KPP pemberi kerja, melibatkan pemberi kerja terkait. Narnun, meskipun pendaftaran NPWP dilakukan melalui KPP lokasi pemberi kerja, penerbitan NPWP tetap dilakukan oleh KPP domisili Wajib Pajak orang pribadi bekerjasama dengan KPP pemberi kerja.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Tata Cara Pendaftaran NPWP Untuk Karyawan</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Jika Wajib Pajak mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP atas inisiatif sendiri, maupun dikarenakan himbauan dari KPP, berikut hal-hal yang harus Wajib Pajak lakukan, yaitu:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Mendatangi KPP setempat dan menghubungi petugas di loket pendaftaran;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Mengisi dan menandatangani Formulir Pendaftaran yang telah disediakan;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Melampirkan Fotokopi Kartu Wajib Pajak Penduduk bagi Penduduk Indonesia atau paspor di tambah surat keterangan tempat tinggal dari instansi yang berwenang sekurang-kurangnya lurah atau kepala desa bagi orang asing;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Apabila permohonan ditangani oleh orang lain, harus dilengkapi dengan surat kuasa khusus;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">· Apabila mendaftarkan diri karena mendapat surat himbauan dari Kantor Pajak, sebaiknya Wajib Pajak melampirkan salinan surat himbauan tersebut.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Selain persyaratan di atas, ada baiknya bila Wajib Pajak juga menyiapkan surat keterangan kerja dari tempat Wajib Pajak bekerja dan kartu keluarga Wajib Pajak. </span><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Sebab terkadang ada juga petugas KPP yang meminta dokumen tersebut. Hal ini biasanya untuk membuktikan status Wajib Pajak sebagai karyawan dan untuk menentukan besarnya hak atas PTKP Wajib Pajak .</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Ketentuan perpajakan menegaskan petugas KP sudah harus menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar dan kartu NPWP apabila seluruh dokumen telah lengkap, paling lambat hari kerja berikutnya. Ditegaskan pula dalam ketentuan perpajakan pembuatan NPWP tidak dipungut bayaran alias &#8220;GRATIS&#8221;. Namun prakteknya bisa berbeda tergantung KPP masing-rnasing.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Jika Wajib Pajak orang pribadi telah mengantungi kartu NPWP, sebaiknya Wajib Pajak segera memberitahukan hal tersebut ke perusahaan atau personalia tempat Wajib Pajak bekerja. Gunanya adalah agar NPWP Wajib Pajak dapat didokumentasikan atau dicatat, dan dicantumkan dalam bukti pemotongan PPh Pasal 21.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Memiliki NPWP tentunya melahirkan kewajiban perpajakan kepada karyawan terkait. Bila Wajib Pajak sebagai karyawan hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja, maka kewajiban pajak yang melekat pada umumnya hanya meliputi kewajiban unruk menyampaikan SPT Tahunan saja.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Dalam hal ini Wajib Pajak tidak perlu melakukan kewajiban pajak yang lain seperti menghitung dan menyetorkan sendiri pajak atas gaji yang diterima setiap bulannya. Selain itu Wajib Pajak juga tidak perlu membuat laporan (SPT Masa) ke KPP setiap bulannya. Sebab, penghitungan, penyetoran dan pelaporan pajak atas gaji tersebut sudah dilakukan oleh perusahaan Wajib Pajak sebagai pemotong PPh Pasal 21.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Untuk karyawan yang hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja, kewajiban perpajakannya semata-mata hanya melaporkan SPT Tahunan saja dengan menggunakan formulir pelaporan Form SPT 1770S. SPT Tahunan orang pribadi karyawan tersebut paling lambat dilaporkan tanggal 31 Maret tahun berikutnya.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">SPT Tahunan bagi WPOP yang berstatus sebagai karyawan merupakan SPT Tahunan yang paling sederhana dari formulir SPT lainnya. Namun demikian, dalam prakteknya masih banyak Wajib Pajak yang mengalami kesulitan untuk mengisi Form SPT 1770 S tersebut. Hal ini disebabkan pengetahuan perpajakan WPOP yang belum merata, bahkan mungkin belum mencukupi untuk mengisi formulir SPT dengan baik.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Formulir 1770 S terdiri dari, formulir induk SPT dan 2 Formulir lampiran SPT. Berikut deskripsi formulir induk dan lampiran Form SPT 1770 S.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">1. SPT Induk (Form SPT 1770 S)</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Lembar Induk SPT terdiri dari 2 halaman, yaitu:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">a. lembar ke-1 berisi mengenai Identitas WP dan informasi mengenai Total penghasilan dan total pajak terutang;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">b. lembar ke-2 berisi informasi tentang penghasilan yang telah dikenakan pajak secara Final, daftar lampiran serta lembar pernyataan dan Wajib Pajak Tangan WP.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">2. Lampiran I (Form SPT 1770 S)</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Lampiran ini berisi tentang rincian penghasilan neto &amp; daftar pemotongan/pemungutan oleh pihak lain, serta PPh yang Ditanggung Pemerintah. Lampiran ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">a. Penghasilan Neto Sehubungan Dengan Pekerjaan.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">b. Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya (Tidak Termasuk Penghasilan yang Telah Dikenakan PPh Bersifat Final); dan</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">c. Daftar Pemotongan/Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain dan PPh yang Ditanggung Pemerintah.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">3. Lampiran II (Form SPT 1770 S)</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Formulir ini digunakan untuk melaporkan setiap harta dan kewajiban/utang pada akhir tahun pajak yang dimiliki WP sendiri, isteri, anak/anak angkat yang belum dewasa, kecuali harta dan kewajiban yang dimiliki isteri yang telah hidup berpisah dan yang melakukan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Mengisi dan menyampaikan SPT PPh orang pribadi 1770S tentu saja membutuhkan waktu. Salah satu sebabnya, informasi yang terdapat di dalamnya erat kaitannya dengan pihak ketiga. Misalnya saja bukti potong PPh Pasal 21 (Form 1721AI) yang disiapkan oleh bagian payroll perusahaan. Tanpa bukti pemotongan ini, Wajib Pajak orang pribadi tidak berhak mengklaim kredit pajak, sehingga bisa timbul kurang bayar PPh orang pribadi. </span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Untuk memudahkan pengisian SPT 1770S dan juga pengisian formulir SPT pada umumnya, sebaiknya Wajib Pajak mulai mengisi dari lampiran-lampirannya terlebih dahulu. Karena bila Wajib Pajak mulai mengisi dari halaman induk hal ini akan lebih menyulitkan. Hal lain yang juga harus Wajib Pajak lakukan adalah mempersiapkan data yang akan dimasukkan dalam formulir tersebut. Misalnya bukti pemotongan pajak dari pihak lain, formulir 1721-AI dari perusahaan tempat Wajib Pajak bekerja, daftar susunan keluarga, surat kuasa khusus, dan sebagainya.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Jika Wajib Pajak orang pribadi bekerja pada lebih dari satu tempat, atau Wajib Pajak juga menerima penghasilan dari selain tempat Wajib Pajak bekerja (selain penghasilan dari usaha), Wajib Pajak juga harus melaporkan/menginformasikan penghasilan tersebut dalam SPT-nya. Sebelum Wajib Pajak memulai mengisi SPT, sebaiknya terlebih dahulu membaca buku petunjuk pengisian Form SPT 1770 S.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Bila SPT Wajib Pajak telah selesai diisi, cek kembali lampiran SPT Wajib Pajak dan pastikan informasi yang Wajib Pajak sampaikan di dalamya telah benar. Agar SPT Wajib Pajak dianggap lengkap dan tidak ditolak oleh petugas KPP, jangan lupa untuk menyertakan lampiran lainnya seperti yang diminta oleh kolom k Formulir induk SPT 1770S halaman.2.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Berikut ini tips bagi Wajib Pajak yang baru pertama kali akan mengisi SPT Tahunan 1770 S:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">TIPS MENGISI SPT TAHUNAN 1770S</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">1. Siapkan data yang akan diisikan ke dalam Form 1770 S seperti kartu NPWP, Formulir 1721-A1 dan perusahaan pemberi kerja, Bukti pemotongan PPh dan sebagainya;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">2. Mintalah Formulir 1721-A1 dari perusahaan pemberi kerja dan bukti pemotogan PPh dari pihak lain bila belum diterima;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">3. Simpan dan arsipkan bukti-bukti pelunasan PPh dalam tahun berjalan dengan baik jika ada, jangan sampai ada yang hilang;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">4. Pelajari UU PPh secara menyeluruh dan baca buku petunjuk pengisian SPT tahunan orang pribadi sebelum melakukan pengisian Form SPT 1770 S;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">5. Ikuti pelatihan pengisian SPT Tahunan PPh WPOP jika diperlukan;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">6. Jika masih tidak yakin dengan pengisian SPT Wajib Pajak, mintalah nasehat kepada ahlinya (bisa aparat pajak atau konsultan pajak atau pihak lain yang mengerti).</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Sanksi Tidak Menyampaikan SPT</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Ketentuan perpajakan, telah menggariskan saat terakhir Wajib Pajak orang pribadi dapat menyampaikan SPT Tahunannya. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001, jangka waktu tersebut adalah paling lambat akhir bulan ketiga setelah berakhirnya tahun pajak, Meskipun waktunya cukup lama (tiga bulan) persiapan pengisian SPT Wajib Pajak sebaiknya tidak ditunda-tunda. Sebab, jika Wajib Pajak terlambat menyampaikan SPT Tahunan 1770 S, ia akan dikenai sanksi administrasi atas keterlambatan tersebut sebesar Rp l00.000,00.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Selain sanksi keterlambatan penyampaian SPT, masih ada sanksi lainnya berkaitan dengan SPT. Meskipun terlihat sepele, alpa menyampaikan SPT ternyata menimbulkan konsekuensi yang cukup berat. Begitu pula jika Wajib Pajak menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar, atau. tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang sisinya tidak benar sehingga dapat menimbulkan pada pendapatan negara dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan acau denda paling tinggi 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Hal tersebut sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 38 UU KUP, yang menyatakan:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">&#8220;Setiap orang yang karena kealpaannya:</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">a. Tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan; atau</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">b. Menyampaikan Surat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, </span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan atau denda paling tinggi 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar. &#8220;</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Dan bila Wajib Pajak sengaja untuk tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap, sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, ada pula sanksi lain yang harus dipikul. Sesuai dengan pasal 39 UU KUP sanksi yang akan Wajib Pajak terima adalah pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak ateu kurang dibayar.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Sanksi-sanksi di atas tentunya bukan sanksi yang ringan. Karena itu, sebaiknya Wajib Pajak tidak menyepelekan kewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan. Pastikan SPT yang Wajib Pajak sampaikan adalah SPT yang benar sesuai dengan keadaan Wajib Pajak dan jangan lupa untuk menyampaikannya tepat waktu.</span></p>
<p style="line-height:15pt;"><span style="font-size:8.5pt;color:#0c769e;font-family:Verdana;">Setelah kita memiliki NPWP, hal yang sangat penting untuk kita perhatikan adalah apa saja hak dan kewajiban perpajakan yang timbul. Bila hal ini bisa kita pahami dengan baik, maka kita akan dengan mudah melaksanakan apa yang menjadi kewajiban pajak kita. (sumber: www.pajakpribadi.com)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=39&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2008/05/13/kewajiban-perpajakan-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Non-Deductable Expense</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/non-deductable-expense/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/non-deductable-expense/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 03:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah Pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/non-deductable-expense/</guid>
		<description><![CDATA[Non-Deductable Expense (NDE) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan : a. Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi; b. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=38&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div ALIGN="center"><strong>Non-Deductable Expense (NDE)</strong></div>
<p>Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan :</p>
<p><span id="more-38"></span><br />
a.	Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;<br />
b.	Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;<br />
c.	Pembentukan atau pemupukan dana cadangan kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi, cadangan untuk usaha asuransi, dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan, yang ketentuan dan syarat-syaratnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;<br />
d.	Premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan;<br />
e.	Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan;<br />
f.	Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan;<br />
Contoh Soal:<br />
Seorang tenaga ahli yang adalah pemegang saham dari suatu badan, memberikan jasa kepada badan tersebut dengan memperoleh imbalan sebesar Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah).<br />
Apabila untuk jasa yang sama yang diberikan oleh tenaga ahli lain yang setara hanya dibayar sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah), maka jumlah sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) tidak boleh dibebankan sebagai biaya. Bagi tenaga ahli yang juga sebagai pemegang saham tersebut jumlah sebesar Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dimaksud dianggap sebagai dividen.<br />
g.	Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan, kecuali zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah;<br />
h.	Pajak Penghasilan;<br />
i.	Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya;<br />
j.	Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham;<br />
k.	Sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=38&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/non-deductable-expense/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penghasilan Tidak Kena Pajak</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/penghasilan-tidak-kena-pajak/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/penghasilan-tidak-kena-pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 03:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah Pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/penghasilan-tidak-kena-pajak/</guid>
		<description><![CDATA[Penghasilan Tidak Kena Pajak Besarnya Penghasilan Kena Pajak dari seorang pegawai dihitung berdasarkan penghasilan netonya dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).  Berikut nilai PTKP terakhir berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137/KMK.03/2005 yang berlaku mulai tahun 2006 sampai sekarang: Setahun Sebulan a. untuk diri pegawai Rp 13.200.000,00 Rp 1.100.000,00 b. tambahan untuk pegawai Rp 1.200.000,00 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=37&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div ALIGN="center"><strong>Penghasilan Tidak Kena Pajak</strong></div>
<div ALIGN="center"></div>
<p>Besarnya Penghasilan Kena Pajak dari seorang pegawai dihitung berdasarkan penghasilan netonya dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).</p>
<p><span id="more-37"></span> Berikut nilai PTKP terakhir berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137/KMK.03/2005 yang berlaku mulai tahun 2006 sampai sekarang:<br />
Setahun		Sebulan<br />
a.	untuk diri pegawai			Rp 13.200.000,00	Rp 1.100.000,00<br />
b.	tambahan untuk pegawai		Rp 1.200.000,00	Rp     100.000,00<br />
yang kawin<br />
c.	tambahan untuk seorang istri		Rp 13.200.000,00	Rp 1.100.000,00<br />
yang penghasilannya digabung<br />
dengan penghasilan suami<br />
d.	tambahan untuk setiap anggota	Rp 1.200.000,00	Rp     100.000,00<br />
keluarga sedarah dan semenda<br />
dalam garis keturunan lurus,<br />
serta anak angkat yang menjadi<br />
tanggungan sepenuhnya, paling<br />
banyak 3 (tiga) orang</p>
<p>Sebelumnya, berdasarkan pada UU Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan dalam Pasal 7 diatur mengenai batasan PTKP bagi wajib pajak orang pribadi. Batasan PTKP dalam UU PPh berlaku sejak tanggal 1 Januari 2001 sampai dengan tahun 2004. Berikut batasan PTKP menurut UU PPh:<br />
Setahun		Sebulan<br />
a.	untuk diri pegawai			Rp 2.880.000,00	Rp 240.000,00<br />
b.	tambahan untuk pegawai		Rp 1.440.000,00	Rp 120.000,00<br />
yang kawin<br />
c.	tambahan untuk seorang istri		Rp 2.880.000,00	Rp 240.000,00<br />
yang penghasilannya digabung<br />
dengan penghasilan suami<br />
d.	tambahan untuk setiap anggota	Rp 1.440.000,00	Rp 120.000,00<br />
keluarga sedarah dan semenda<br />
dalam garis keturunan lurus,<br />
serta anak angkat yang menjadi<br />
tanggungan sepenuhnya, paling<br />
banyak 3 (tiga) orang</p>
<p>Pada tahun 2005 diberlakukan aturan PTKP yang menggantikan batasan PTKP dalam UU PPh yaitu dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 564/KMK/03/2004. Batasan PTKP dari PMK ini hanya efektif dilaksanakan selama tahun 2005 saja karena mulai tahun 2006 diberlakukan aturan batasan PTKP yang terbaru. Berikut isi dari PMK nomor 564/KMK.03/2004 yaitu:</p>
<p>Setahun		Sebulan<br />
a.	untuk diri pegawai			Rp 12.000.000,00	Rp 1.000.000,00<br />
b.	tambahan untuk pegawai		Rp 1.200.000,00	Rp     100.000,00<br />
yang kawin<br />
c.	tambahan untuk seorang istri		Rp 12.000.000,00	Rp 1.000.000,00<br />
yang penghasilannya digabung<br />
dengan penghasilan suami<br />
d.	tambahan untuk setiap anggota	Rp 1.200.000,00	Rp     100.000,00<br />
keluarga sedarah dan semenda<br />
dalam garis keturunan lurus,<br />
serta anak angkat yang menjadi<br />
tanggungan sepenuhnya, paling<br />
banyak 3 (tiga) orang</p>
<p>Catatan:<br />
	Dalam hal karyawati kawin, PTKP yang dikurangkan adalah hanya untuk dirinya sendiri, dan dalam hal tidak kawin pengurangan PTKP selain untuk dirinya sendiri ditambah dengan PTKP untuk keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya.<br />
	Bagi karyawati yang menunjukkan keterangan tertulis dari Pemerintah Daerah setempat (serendah-rendahnya kecamatan) bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan, diberikan tambahan PTKP sejumlah Rp 1.200.000,00 (satu juta dua ratus ribu rupiah) setahun atau Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) sebulan dan ditambah PTKP untuk keluarganya.<br />
	Besarnya PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun takwim. Adapun bagi pegawai yang baru datang dan menetap di Indonesia dalam bagian tahun takwim, besarnya PTKP tersebut dihitung berdasarkan keadaan pada awal bulan dari bagian tahun takwim yang bersangkutan.<br />
Contoh Soal:<br />
Pada tanggal 1 Januari 2001 Wajib Pajak B berstatus kawin dengan tanggungan 1 (satu) orang anak. Apabila anak yang kedua lahir setelah tanggal 1 Januari 2001, maka besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak yang diberikan Wajib Pajak B untuk tahun pajak 2001 tetap dihitung berdasarkan status kawin dengan 1 (satu) anak.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=37&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/penghasilan-tidak-kena-pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengurangan Fiskal</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/pengurangan-fiskal/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/pengurangan-fiskal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 03:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah Pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Pengurangan Fiskal (Deductable Expense) Beban-beban yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dapat dibagi dalam 2 (dua) golongan, yaitu beban atau biaya yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun. Beban yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun merupakan biaya pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=36&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div ALIGN="center"><strong>Pengurangan Fiskal (Deductable Expense)</strong></div>
<div ALIGN="center"></div>
<p>Beban-beban yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dapat dibagi dalam 2 (dua) golongan, yaitu beban atau biaya yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun. Beban yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun merupakan biaya pada tahun yang bersangkutan, misalnya gaji, biaya administrasi dan bunga, biaya rutin pengolahan limbah dan sebagainya. Sedangkan pengeluaran yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun, pembebanannya dilakukan melalui penyusutan atau melalui amortisasi. Disamping itu apabila dalam suatu tahun pajak didapat kerugian karena penjualan harta atau karena selisih kurs, maka kerugian-kerugian tersebut dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.</p>
<p><span id="more-36"></span><br />
Besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap, ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi :<br />
a.	Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, termasuk biaya pembelian bahan, biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang, bunga, sewa, royalti, biaya perjalanan, biaya pengolahan limbah, premi asuransi, biaya administrasi, dan pajak kecuali Pajak Penghasilan;<br />
b.	Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunya masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun;<br />
c.	Iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan;<br />
d.	Kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan;<br />
e.	Kerugian dari selisih kurs mata uang asing;<br />
f.	Biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia;<br />
g.	Biaya bea siswa, magang, dan pelatihan;<br />
h.	Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih, dengan syarat :<br />
1)	telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;<br />
2)	telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN) atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan;<br />
3)	telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus; dan<br />
4)	Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak,yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak.<br />
i.	Kepada orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri diberikan pengurangan 	berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak<br />
j.	Apabila penghasilan bruto setelah pengurangan didapat kerugian, maka kerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut sampai dengan 5 (lima) tahun.<br />
Contoh Soal:<br />
PT. A dalam tahun 1995 menderita kerugian fiskal sebesar Rp. 1.200.000.000,00. Dalam 5 (lima) tahun berikutnya laba rugi fiskal PT A sebagai berikut	:<br />
1996	:	laba fiskal Rp 200.000.000,00<br />
1997	:	rugi fiskal (Rp 300.000.000,00)<br />
1998	:	laba fiskal Rp N I H I L<br />
1999	:	laba fiskal Rp 100.000.000,00<br />
2000	:	laba fiskal Rp 800.000.000,00<br />
Kompensasi kerugian dilakukan sebagai berikut	:<br />
Rugi fiskal tahun 1995		(Rp 1.200.000.000,00)<br />
Laba fiskal tahun 1996		Rp      200.000.000,00<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; (+)<br />
Sisa rugi fiskal tahun 1995	(Rp  1.000.000.000,00)<br />
Rugi fiskal tahun 1997		(Rp     300.000.000,00)<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; (+)</p>
<p>Sisa rugi fiskal tahun 1995	(Rp  1.000.000.000,00)<br />
Laba fiskal tahun 1998		Rp         N I H I L<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; (+)<br />
Sisa rugi fiskal tahun 1995	(Rp  1.000.000.000,00)<br />
Laba fiskal tahun 1999 		Rp       100.000.000,00<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; (+)<br />
Sisa rugi fiskal tahun 1995	(Rp      900.000.000,00)<br />
Laba fiskal tahun 2000		Rp        800.000.000,00<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; (+)<br />
Sisa rugi fiskal tahun 1995	(Rp       100.000.000,00)<br />
Rugi fiskal tahun 1995 sebesar Rp 100.000.000,00 yang masih tersisa pada akhir tahun 2000 tidak boleh dikompensasikan lagi dengan laba fiskal tahun 2001, sedangkan rugi fiskal tahun 1997 sebesar Rp 300.000.000,00 hanya boleh dikompensasikan dengan laba fiskal tahun 2001 dan tahun 2002, karena jangka waktu lima tahun yang dimulai sejak tahun 1998 berakhir pada akhir tahun 2002.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=36&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2008/03/31/pengurangan-fiskal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasan Kasus PPh Badan: PT An Nisa</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/13/tugas-soal-pph-badan-pt-an-nisa/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/13/tugas-soal-pph-badan-pt-an-nisa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 05:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Case]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/13/tugas-soal-pph-badan-pt-an-nisa/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Perpajakan Semester Gasal 2007/2008 Bahasan kita minggu depan adalah terkait dengan PPh Badan dengan kasus PT An Nisa. Seperti biasanya saudara baca dan kerjakan terlebih dahulu di rumah. Seperti minggu-minggu sebelumnya juga, saudara persiapkan secara mandiri formulir SPT 1771. Demikian pemberitahuan dari saya. Terima kasih. PT. “An-Nisa” bergerak dalam bidang perdagangan busana muslim dan muslimah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=22&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><u>Kepada Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Perpajakan Semester Gasal 2007/2008</u></p>
<p>Bahasan kita minggu depan adalah terkait dengan PPh Badan dengan kasus PT An Nisa. Seperti biasanya saudara baca dan kerjakan terlebih dahulu di rumah. Seperti minggu-minggu sebelumnya juga, saudara persiapkan secara mandiri formulir SPT 1771.</p>
<p>Demikian pemberitahuan dari saya. Terima kasih.</p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p>PT. “An-Nisa” bergerak dalam bidang perdagangan busana muslim dan muslimah. Berikut diketahui data rekening penjualan dan biaya PT. “An-Nisa” pada tahun 2006 sebagai berikut:<br />
1. Penjualan Rp. 165.000.000.000<br />
2. Harga Pokok Penjualan<br />
Berdasarkan pembukuan jumlah harga pokok penjualan tahun 2006 diketahui sebesar Rp. 92.500.000.000<br />
3. Biaya perusahaan dan pengeluaran lainnya (dalam ribuan rupiah)<br />
3.1. Gaji, tunjangan, dan lain-lain Rp. 11.000.000<br />
3.2. Premi asuransi Rp. 750.000<br />
3.3. Biaya listrik dan telepon Rp. 800.000<br />
3.4. Biaya perjalanan dinas Rp. 3.500.000<br />
3.5. Biaya iklan dan promosi Rp. 2.000.000<br />
3.6. Biaya pinjaman Rp. 800.000<br />
3.7. Biaya pemeliharaan Rp. 700.000<br />
3.8. Penyusutan Rp. 4.500.000<br />
3.9. Pajak dan retribusi Rp. 1.200.000<br />
3.10. Biaya/pengeluaran lainnya Rp. 1.000.000<br />
Jumlah Rp. 26.250.000</p>
<p>Penjelasan butir 3 :<br />
• Dalam biaya gaji, tunjangan dan lain-lain termasuk pengeluaran untuk pemberian fasilitas rekreasi kepada karyawan Rp. 1.050.000.000, penggantian biaya pengobatan karyawan Rp. 250.000.000,-<br />
• Dalam biaya premi asuransi termasuk pengeluaran untuk asuransi kebakaran bangunan kantor Rp. 250.000.000,- asuransi rumah pribadi direktur Rp. 100.000.000,-<br />
• Dalam biaya listrik dan telepon termasuk pengeluaran untuk listrik dan telepon rumah pribadi direktur perusahaan Rp. 200.000.000,-<br />
• Dalam biaya perjalanan termasuk Fiskal Luar Negeri sebesar Rp. 300.000.000,-<br />
• Dalam biaya iklan dan promosi termasuk untuk entertainment yang tidak dibuatkan daftar nominatifnya Rp. 200.000.000,-<br />
• Dalam biaya pemeliharaan termasuk pengeluaran untuk biaya pemeliharaan rumah dan kendaraan pribadi direktur Rp. 150.000.000,-, biaya pemeliharaan rumah yang disewakan Rp. 100.000.000,-<br />
• Penyusutan sebesar Rp. 4.500.000.000,-. Dalam jumlah tersebut belum termasuk penyusutan inventaris kantor kelompok 1 (satu) yang dibeli tanggal 21 Desember 2006 seharga Rp. 480.000.000 dengan pertimbangan baru 10 hari kepemilikannya dalam tahun 2006 penyusutan inventaris kantor tersebut masih harus dihitung.<br />
• Dalam biaya pajak dan retribusi termasuk pengeluaran untuk retribusi Pemda Rp. 60.000.000,-. Angsuran PPh Pasal 25 tahun 2006 Rp. 1.140.000.000,-<br />
• Dalam biaya / pengeluaran lainnya termasuk pengeluaran untuk sumbangan ke yayasan panti asuhan Rp. 50.000.000,-, serta pakaian seragam satpam Rp. 75.000.000,-<br />
Pengeluaran/biaya selebihnya telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.<br />
4. Penghasilan di luar usaha pokok<br />
1. Bunga pinjaman dari PT Delima Rp. 500.000.000,-<br />
2. Bunga deposito dari Bank BNI Rp. 750.000.000,-<br />
3. Dividen dari PT. Surya (saham 20%) Rp. 1.000.000.000,-<br />
4. Bagian laba CV. Sunli Rp. 1.500.000.000,-<br />
5. Sewa rumah terletak di Bekasi dari PT. Lolita Rp. 2.000.000.000,-<br />
Jumlah Rp. 5.750.000.000,-<br />
Penghasilan di luar usaha tersebut di atas sebelum pajak. Para pemotong telah melaksanakan kewajibannya sesuai keuntungan perpajakan.<br />
Diketahui informasi lainnya adalah:<br />
• Dalam tahun 2006 PT Ann-Nisa membayar zakat sebesar 2,5% ke Badan Amil Zakat yang dibentuk pemerintah.<br />
• Pajak-pajak yang dibayar sendiri dan pajak potong/pungut telah dipotong oleh pihak sesuai dengan ketentuan perpajakan.<br />
• SPT Tahun PPh Badan PT An-Nisa tahun pajak 2006 disampaikan ke KPP tanggal 29 Maret 2007.</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br />
1) Buatlah kertas kerja koreksi fiskal<br />
2) Hitunglah PPh terutang dan pajak yang kurang/lebih bayar tahun fiskal 2007. Masukkan data tersebut ke dalam SPT 1771.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=22&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/13/tugas-soal-pph-badan-pt-an-nisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Tanggapan Artikel ke-3</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/12/tugas-tanggapan-artikel-ke-3/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/12/tugas-tanggapan-artikel-ke-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 09:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/12/tugas-tanggapan-artikel-ke-3/</guid>
		<description><![CDATA[Tugas saudara minggu ini adalah berkaitan dengan etika dan moralitas dari aparat pajak kita. Ternyata kasus pelanggaran hukum dan moral tidak hanya menjadi konsumsi wajib pajak dan konsultan pajak semata namun jug terjadi pada aparat pajak. Aparat pajak yang seharusnya menjadi uswatun hasanah ternyata tidak sedikit yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukan aparat pajak dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=35&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"><span>Tugas saudara minggu ini adalah berkaitan dengan etika dan moralitas dari aparat pajak kita. </span><span>Ternyata kasus pelanggaran hukum dan moral tidak hanya menjadi konsumsi wajib pajak dan konsultan pajak semata namun jug terjadi pada aparat pajak. Aparat pajak yang seharusnya menjadi <em>uswatun hasanah</em> ternyata tidak sedikit yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukan aparat pajak dapat meliputi pemalsuan SSP (Surat Setoran Pajak), pelanggaran moral, dan ada juga yang melakukan tindakan tidak senonoh. </span></font><span><font face="Times New Roman">Seperti biasanya tugas tanggapan artikel tersebut dikumpulkan. <strong>Bagi mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas, nilai tugas akan diberi nilai NIHIL dan tidak ada penambahan nilai dari tugas</strong>. Demikian pemberitahuan ringkas dari saya. Terima kasih.</font></span><span style="font-size:13.5pt;"><font face="Times New Roman"> <span id="more-35"></span></font></span><strong><font face="Times New Roman"><em> </em></font></strong></p>
<p><strong><font face="Times New Roman"><em>Moralitas Aparat Pajak</em></font></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Times New Roman">Lima buah surat yang berisi pemberitahuan tagihan pajak itu akhirnya dikembalikan kepada Pak Pos. ”Di sini tidak ada yang namanya tertera di alamat surat itu,” kata seorang ketua RT di kawasan Palmerah Utara, Jakarta Barat.</font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Times New Roman">Pak RT tidak habis pikir, mengapa surat yang berisi nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang penting itu seperti main-main, tidak jelas sasarannya, dan ngawur. Beberapa nama tidak dikenal, ada yang sudah pindah, ada yang hanya pengangguran, ada pula industri rumah tangga yang mati.</font></p>
<p style="text-align:justify;"><font face="Times New Roman">”Memang dari salah satu nama itu ada yang berprofesi sebagai satpam dan tukang pembuat taoge, karena saya anggap mereka tidak layak menerima NPWP, ya saya kembalikan saja suratnya,” katanya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">”Surat cinta” berupa ”hadiah” NPWP kepada masyarakat akhir- akhir ini mencerminkan kepanikan pemerintah untuk mengejar target wajib pajak dari 3,5 juta menjadi 10 juta. <span>Kepanikan ini terjadi saat bersamaan sedang diajukan Rancangan Undang-Undang Perpajakan oleh pemerintah.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Selain kepanikan dalam mendata wajib pajak, para petugas juga semakin agresif memaksa pembayar pajak melunasi tunggakannya. Sepertinya ini menjadi tonggak yang baik untuk meningkatkan kinerja aparat perpajakan.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Namun, di lapangan para pembayar pajak melaporkan celah ini dimanfaatkan aparat untuk negosiasi. Seorang pengusaha yang baru saja kena sidak mengatakan, aparat pajak sekarang semakin galak.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>”Mereka langsung sidak ke gudang saya kemudian menemukan sebuah buku laporan keuangan, dari buku itu mereka mengatakan saya harus bayar pajak ratusan juta rupiah, padahal buku itu tidak valid,” kata seorang pengusaha itu.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Pengusaha tadi menyesal mengapa dia tidak membuat pembukuan dua versi. ”Mulai ke depan berarti saya harus buat pembukuan versi pajak. Kalau tidak begitu, saya bisa diperas terus, masak dalam situasi krisis seperti ini saya dipaksa bayar ratusan juta,” keluh pengusaha tadi.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><strong><span>Mental korupsi</span></strong></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><strong><span></span></strong><span></span><span>Studi kasus ini menekankan bahwa sebenarnya pengusaha masih tetap mau membayar pajak walaupun di bawah tekanan. Celah ini harusnya dicermati, dengan catatan ada cara-cara kasar dan negosiasi ”di bawah meja” tak dipakai lagi.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Selama ini pemerintah mengasumsikan tidak ada orang di seluruh dunia yang suka membayar pajak. Ekonom Kwik Kian Gie yang lama tinggal di Eropa mengatakan bahwa asumsi itu ada benarnya, namun skalanya jauh berbeda dibanding di Eropa.</span><span>Kata Kwik, di Eropa perusahaan-perusahaan besar cenderung mengurangi beban pajak melalui tax avoidance yang legal, tidak melalui tax evasion yang curang. </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>Di Indonesia, hampir merata ada keengganan membayar pajak sebagaimana mestinya dengan cara yang jelas-jelas tax evasion.</span><span>”Caranya pun sangat kasar, tidak lagi melalui rekayasa keuangan, tetapi terang-terangan manipulasi dokumen yang dikombinasi dengan penyuapan,” kata Kwik. Dua cara itu masih lestari karena didukung oleh mental birokrasi yang bobrok.</span><span>Warga Eropa menyadari bahwa membayar pajak sangat penting. ”Tanpa pajak tidak ada pemerintahan dan tanpa pemerintahan tidak ada keamanan dan ketertiban, tidak ada infrastruktur, tidak ada pelayanan pendidikan dan kesehatan,” papar Kwik.</span><span>Di Indonesia yang lebih dominan adalah keyakinan pembayar pajak bahwa kebocoran dalam pemungutan maupun pembelanjaan pajak sangat besar. ”Mereka yang tahu pentingnya pajak untuk kesejahteraan pun menjadi enggan membayar pajak karena mereka tahu pajak yang dibayarkan pasti bocor dan digunakan untuk korupsi,” kata Kwik.</span><span>Beberapa waktu lalu Kwik mengungkapkan ada korupsi di tubuh perpajakan. Kwik menunjuk angka Rp 140 triliun. </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>Walaupun akhirnya Kwik meminta maaf kepada Direktur Jenderal Pajak karena tidak bisa membuktikan diagnosanya, toh Kwik hingga kini masih meyakini ada kebocoran di perpajakan.</span><span>Kwik menyitir perkiraan yang dibuat Prof Soemitro Djojohadikoesoemo almarhum, yaitu minimal 30 persen pajak bocor. ”Angka ini menjadi keyakinan hampir setiap orang di Indonesia. Perkiraan saya sendiri jauh lebih besar dari angka tersebut,” kata Kwik.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Kwik mengaku sering berbicara secara pribadi dengan para pembayar pajak. Rata-rata mereka mengakui tidak membayar pajak sebagaimana mestinya. ”Para pembayar pajak rata-rata mengaku yang disepakati untuk dibayarkan dan sudah dibayarkan lebih besar dari kuitansi yang diterima sebagai penerimaan uang oleh kas negara,” kata Kwik.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Ketika uang pajak telah masuk dibelanjakan oleh berbagai kementerian, lagi-lagi terjadi korupsi. Instansi dan lembaga pemerintah rata-rata melakukan mark up anggaran.</span><span>”Saya tidak bisa membuktikan karena semua pengakuan tersebut diberikan secara confidential sebagai kawan dekat. Bahkan dibenarkan oleh kawan-kawan pegawai pajak sendiri karena sudah saling percaya sebagai sahabat,” kata Kwik.</span><span>”Jadi saya mohon supaya jangan disomasi. Maksud saya baik memberikan diagnosa yang jujur dengan maksud melakukan perbaikan yang tepat,” lanjut Kwik.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Kwik mengatakan, dia tidak bermaksud memojokkan institusi pajak. Moralitas yang rendah atau korupsi yang luar biasa dilakukan hampir setiap orang. ”Saya cenderung mengatakan, sekarang sudah mendarah daging,” kata Kwik.</span><span>Penilaian dari lembaga-lembaga asing juga memeringkat Indonesia sebagai negara terkorup di dunia. ”Jadi janganlah pihak perpajakan merasa dipojokkan atau difitnah. Ini penyakit seluruh bangsa. Bukan hanya penyakit mentalnya aparat pajak saja,” kata Kwik.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Kwik memberikan usulan penanganannya. ”Kalau mau mengurangi simtomnya saja ya seperti yang sekarang sedang dilakukan, yaitu penanganan para koruptor secara kasus demi kasus,” katanya.</span><span>Kalau mau lebih mendasar, kata Kwik, bisa dilakukan dengan memberlakukan konsep carrot and stick. Berikan pendapatan dan kenikmatan yang cukup kepada pemegang kekuasaan, tetapi jika korupsi dihukum seberat-beratnya.</span><span>Kwik menyadari, persiapannya menuju ke sana sangat panjang karena kerusakan mental dan kesemrawutan organisasi pemerintahan di semua jenjang sudah luar biasa. </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>Konsep carrot and stick hanya dapat efektif setelah struktur organisasi dan sistem manajemen birokrasi dibenahi.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><strong><span>Pemegang saham</span></strong></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><strong><span></span></strong><span></span><span>Koordinator Advokasi dan Lobi Transparancy International Indonesia Anung Karyadi mengatakan, saat ini pajak itu tulang punggung pendapatan. Hampir 80 persen anggaran APBN berasal dari pajak.</span><span>Pemerintah tak lagi bisa mengandalkan pendapatan dari sumber daya alam karena saat ini sudah semakin merosot, pajak menjadi alternatif berikutnya.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Hanya saja semangat meningkatkan angka pembayar pajak tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan kepada pembayar pajak. ”Yang terjadi justru menakut-nakutin pembayar pajak, ini kan berbanding terbalik dengan usaha meningkatkan pembayar pajak,” kata Anung.</span><span>Pembayar pajak harus diperlakukan dengan adil. </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>Harus ada mekanisme komplain dari pembayar pajak dan dilayani dengan sebaik-baiknya, bukan didiamkan saja. Karena dana yang dihimpun tidak sedikit, perlu dibentuk ombudsmen nasional untuk menyelesaikan kasus-kasus perpajakan.</span><span>Wajib pajak ini merupakan pemilik 80 persen saham APBN. Karena itu, aparat perpajakan harus mengubah paradigma dari tukang nakut-nakutin menjadi pelayan yang baik kepada pemegang 80 persen saham APBN.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Mestinya visi menggali pajak dilandasi dengan kontrak sosial yang lebih kuat, sebenarnya untuk apa pajak yang dibayarkan itu? Selama ini penggunaan dana pajak belum disampaikan secara transparan dan akuntabel. Masyarakat tidak tahu untuk apa saja pajak yang mereka bayarkan.</span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span></span><span>Dalam survei Indeks Persepsi Penyuapan (bribery Perception Index) Transparancy International Indonesia akhir tahun 2004 memang masih menempatkan Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi yang paling banyak menerima suap setelah Bea dan Cukai. </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"><span>Karena itu, jangan salahkan jika masyarakat sangat enggan berurusan dengan pajak.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Tidak hanya itu, hingga tahun 2005 ini nilai Indeks Persepsi Korupsi Indonesia bersama Azerbaijan, Kamerun, Etiopia, Irak, Liberia, dan Uzbekistan masih menempati enam besar negara terkorup di dunia.</span></font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"></span><font face="Times New Roman"><span>Jika aparat pajak tidak tanggap dan tak berbenah dengan adanya persepsi buruk ini, maka siap-siap saja ”surat cinta” berupa NPWP akan selalu dikembalikan. </span>Sudahkah Anda menerima ”surat cinta” dari ”kekasih” yang menyebalkan itu?</font></p>
<p><strong><span><font face="Times New Roman">Dikutip dari Harian Kompas, 26 November 2005</font></span></strong></p>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=35&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/12/tugas-tanggapan-artikel-ke-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Tanggapan Artikel 2</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/07/tanggapan-artikel-2/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/07/tanggapan-artikel-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 10:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/07/tanggapan-artikel-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Peserta MK Perpajakan Semester Gasal 2007/2008 Tugas Tanggapan minggu ini berkaitan dengan etika wajib pajak dan pelanggaran etika yang dilakukan wajib pajak. Setelah minggu sebelumnya berkaitan dengan etika konsultan pajak, karena keduanya sangat berkaitan satu sama lain. Penggelapan Pajak Diam-diam, Direktorat Jenderal Pajak sedang mengungkap puluhan dugaan penggelapan pajak. Sampai akhir November ini, tercatat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=31&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><u><span style="color:#333333;">Kepada Peserta MK Perpajakan Semester Gasal 2007/2008</span></u></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#333333;">Tugas Tanggapan minggu ini berkaitan dengan etika wajib pajak dan pelanggaran etika yang dilakukan wajib pajak. Setelah minggu sebelumnya berkaitan dengan etika konsultan pajak, karena keduanya sangat berkaitan satu sama lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="color:#333333;"> </span><span id="more-31"></span></p>
<h1 class="documentFirstHeading">Penggelapan Pajak</h1>
<p class="documentDescription">Diam-diam, Direktorat Jenderal Pajak sedang mengungkap puluhan dugaan penggelapan pajak. Sampai akhir November ini, tercatat ada 46 Wajib Pajak (WP) yang masuk daftar penyidikan aparat pajak, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 1,586 triliun.</p>
<p class="stx">Pontas Pane, Kepala Sub Penyidikan Ditjen Pajak menyebutkan, ke 46 WP yang sedang mereka pelototi itu bukan hanya WP badan, tetapi ada juga WP Perorangan. Modus yang paling banyak adalah dengan menggunakan faktur pajak fiktif serta menurunkan omzet dari yang semestinya.</p>
<p>Untuk dugaan faktur pajak fiktif, Ditjen Pajak saat ini mengincar para cukong penerbit atau brokernya serta bakal menyeret pengguna faktur pajak bodong itu sebagai tersangka. &#8220;Sehingga ada efek jera bagi mereka yang mau membeli faktur fiktif, hingga mata rantainya bisa putus,&#8221; kata Pane, Rabu (28/11).</p>
<p>Pajak mencurigai ada empat WP yang mengecilkan omzet dan membengkakkan biaya sehingga neraca terlihat normal. Di antaranya, Pane menyebut konglomerat besar berinisial GY yang juga juragan gula, serta seorang lagi berinisial HBC. Ia enggan menyebut berapa kerugian negara akibat ulah keduanya karena penyidikan masih berlangsung. &#8220;Yang pasti, mereka melanggar aturan pajak karena mencantumkan SPT tidak sesuai dengan penghasilan yang dia terima,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Di luar 46 kasus tersebut, sejak 2005 lalu sampai November 2007 ini setidaknya Ditjen Pajak telah selesai menyidik 15 kasus penyelewengan pajak. Rinciannya, tujuh kasus sudah melayang ke Kejaksaan Agung dengan total kerugian negara senilai Rp 323,1 miliar dan jumlah tersangkanya 10 orang.</p>
<p>Sementara delapan kasus Iain yang merugikan negara Rp 100,1 miliar dengan tersangka sembilan orang sudah mendapat vonis hukuman dari pengadilan. Tapi jumlah dendanya terbilang kecil, hanya Rp 6,8 miliar.</p>
<p><em>Harian Kontan; Kamis, 29 Nov 2007</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=31&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/07/tanggapan-artikel-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SPT PPh WP OP Bapak Muhammad</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/04/tugas-pph-wp-op-bapak-muhammad/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/04/tugas-pph-wp-op-bapak-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 02:16:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Case]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2007/08/04/tugas-pph-wp-op-bapak-muhammad/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Seluruh Peserta MK Perpajakan Semester Gasal 2007/2008: Pengisian SPT kita dalam minggu ini adalah berkaitan dengan SPT PPh Orang Pribadi. Materi soal dan lembar SPT 1770 harus saudara persiapkan di kelas secara mandiri. Demikian informasi dari saya. Terima kasih. Bapak Muhammad memiliki usaha dagang “MAJU”. Dari laporan L/R komersial tahun 2006 diketahui bahwa penjualan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=23&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Untuk Seluruh Peserta MK Perpajakan Semester Gasal 2007/2008:</strong></p>
<p>Pengisian SPT kita dalam minggu ini adalah berkaitan dengan SPT PPh Orang Pribadi. Materi soal dan lembar SPT 1770 harus saudara persiapkan di kelas secara mandiri.</p>
<p>Demikian informasi dari saya. Terima kasih.</p>
<p><span id="more-23"></span></p>
<p class="western"><font size="2">Bapak Muhammad memiliki usaha dagang “MAJU”. Dari laporan L/R komersial tahun 2006 diketahui bahwa penjualan bruto usaha Rp 785.460.000,00 dan persediaan awal barang dagangan Rp 65.750.000,00. pembelian neto dalam negeri Rp 100.000.000,00 dan pembelian neto impor Rp 230.000.000,00 (tidak termasuk PPN). Bapak Muhammad tidak mempunyai API. Persediaan akhir barang dagangan Rp 97.127.000,00. Dari penyertaan saham sebanyak 25 % di PT KENCANA diperoleh penghasilan deviden Rp 15.000.000,00. Biaya usaha yang telah terjadi tahun 2006 :</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya gaji pegawai			Rp 32.150.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya listrik dan telepon			Rp 11.824.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya perjalanan dinas			Rp 13.690.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya sumbangan				Rp   3.854.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Cadangan Piutang yang tak tertagih 	Rp 15.860.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya premi asuransi			Rp   6.342.500,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya kendaraan bermotor			Rp 27.565.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Biaya pajak				Rp   5.432.000,00</font></p>
<p class="western" style="margin-left:0.25in;"><font size="2">Penyusutan harta fiscal			Rp 14.774.220,00</font></p>
<p><font size="2">Catatan:</font></p>
<ul>
<li><font size="2">Di dalam biaya gaji termasuk THR sebesar Rp 	5.000.000,00 dan uang lembur Rp 7.500.000,00.</font></li>
<li><font size="2">Di dalam biaya listrik dan telepon terdiri dari 	untuk perusahaan 7.500.000,00 dan rumah tinggal Muhammad sebesar Rp 	4.324.000,00</font></li>
<li><font size="2">Di dalam biaya perjalanan dinas termasuk 	pembayaran fiskal luar negeri sebesar Rp 2.000.000,00 dan biaya 	rekreasi keluarga Muhammad ke Bandung sebesar Rp 5.000.000,00.</font></li>
<li><font size="2">Biaya premi asuransi termasuk asuransi jiwa 	Muhammad dan keluarga sebesar Rp 2.000.000,00.</font></li>
<li><font size="2">Rincian biaya kendaraan bermotor terdiri dari:</font></li>
</ul>
<ul>
<li><font size="2">Perbaikan/service milik perusahaan	Rp 	10.000.000,00</font></li>
<li><font size="2">Perbaikan/service milik Muhammad	Rp   	2.500.000,00</font></li>
<li><font size="2">Bahan bakar milik perusahaan		Rp  14.000.000,00</font></li>
<li><font size="2">Bahan bakar milik Muhammad		Rp    1.065.000,00</font></li>
</ul>
<ul>
<li><font size="2">Dalam biaya pajak termasuk PBB rumah tinggal 	Muhammad sebesar Rp 1.000.000,00.</font></li>
<li><font size="2">Biaya penyusutan terhadap harta berwujud telah 	sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.</font></li>
</ul>
<p><font size="2">Istri Pak Muhamamad bernama <strong>Aisyah</strong> adalah seorang karyawati yang bekerja pada PT Agung Bhakti dengan gaji sebulan sebesar Rp 2.500.000,00. Dewi Rismawati membayar iuran pensiun ke dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 50.000,00 sebulan. Pak Muhammad mempunyai 3 orang anak. Ahmad, anak pertama sudah menikah dan masih berusia 18 tahun. Salma, putri kedua masih duduk di bangku SMP. Anas, putra ketiga duduk di bangku SD dan Anis, putri terakhir lahir pada tanggal 2 Januari 2007.</font></p>
<p><font size="2">Selain sebagai karyawati, Aisyah juga membuka toko kelontong di rumahnya dengan penghasilan neto sebulan Rp 5.000.000,00. </font></p>
<p><font size="2">Kerugian fiscal tahun 2005 yang masih bisa dikompensasikan sebesar Rp 90.786.000,00. Usaha yang sama diperoleh dari cabang di Singapura dimana tahun 2006 labanya Rp 158.721.000,00 (tarif PPh = 24 %). PPh Pasal 25 tahun 2006 Rp 12.000.000,00 dan PPh Pasal 22 Rp 17.250.000,00. </font></p>
<p><font size="2"><strong>Diminta:</strong></font></p>
<p><font size="2">1.  Buatlah kertas kerja koreksi fiskal</font></p>
<p><font size="2">2.  Hitunglah PPh yang KB/LB untuk tahun 2006 dari WP tersebut ?</font></p>
<p class="western" align="left">Pembuat Soal: Kautsar R. Salman, S.E., Ak. BKP.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=23&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2007/12/04/tugas-pph-wp-op-bapak-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Kasus SPT 1721: PT Jaya</title>
		<link>http://kautsartax.wordpress.com/2007/11/30/tugas-kasus-spt-1721-pt-jaya/</link>
		<comments>http://kautsartax.wordpress.com/2007/11/30/tugas-kasus-spt-1721-pt-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 07:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kautsar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tax Case]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kautsartax.wordpress.com/2007/11/30/tugas-kasus-spt-1721-pt-jaya/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Yth. Mahasiswa MK Perpajakan STIE Perbanas Surabaya Tugas kasus minggu depan terkait dengan SPT 1721 yaitu PT. Jaya. Saudara baca dan coba kerjakan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan kuliah agar mempermudah saudara dalam menyerap materi kuliah. Berikut kasusnya: PT. Jaya NPWP/1.456.789.0.035 alamat Jl. Arjuna 1000, Surabaya bergerak dibidang industri makanan ringan. Dalam tahun 2006 PT. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=30&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><u>Kepada Yth. Mahasiswa MK Perpajakan STIE Perbanas Surabaya</u></p>
<p>Tugas kasus minggu depan terkait dengan SPT 1721 yaitu PT. Jaya. Saudara baca dan coba kerjakan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan kuliah agar mempermudah saudara dalam menyerap materi kuliah. Berikut kasusnya:</p>
<p><span id="more-30"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PT. Jaya NPWP/1.456.789.0.035 alamat Jl. Arjuna 1000, Surabaya bergerak dibidang industri makanan ringan. Dalam tahun 2006 PT. Jaya telah membayar gaji, upah, honorarium dan imbalan jasa lain sehubungan dengan pekerjaan dan jasa yang dilakukan oleh pegawai tetap maupun yang bukan pegawai tetap termasuk pembayaran premi asuransi kecelakaan kerja, premi asuransi kematian dan iuran THT ke PT. Jamsostek dan iuran pensiunan kedana pensiunan yang pendiriaanya telah disahkan mentri keuangan </font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pembayaran Kerja pegawai tetap</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nama<span>               </span>: Budiman</font></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">NPWP<span>             </span>: 4.987.654.2.035</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Alamat<span>             </span>: Jl. Anggrek no.17 Surabaya</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Jabatan<span>             </span>: Direktur</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Status<span>               </span>: Kawin menanggung sepenuhnya seorang anak, Ibu kandung dan adik kandung</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Penghasilan dalam tahun 2006 :</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Gaji<span>                                                                              </span>Rp. 120.000.000</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tunjangan transport<span>                                                      </span>Rp.<span>   </span>15.000.000</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tunjangan makan<span>                                                          </span>Rp.<span>   </span>12.000.000</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Honorarium<span>                                                                  </span>Rp.<span>   </span>20.000.000</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bonus<span>                                                                           </span>Rp.<span>   </span>30.000.000</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Iuran pensiun<span>                                                                </span>Rp.<span>     </span>6.000.000 </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Iuran pensiun ditanggung sendiri oleh pegawai <span>               </span>Rp.<span>     </span>3.000.000</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PPh pasal 21 dipotong/dilunasi<span>                                      </span>Rp.<span>   </span>30.000.000</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nama<span>               </span>: Dedy</font></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">NPWP<span>             </span>: -</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Alamat<span>             </span>: Jl. Cempaka 20 Surabaya</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Jabatan <span>            </span>: Bagian produksi</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Status<span>               </span>: Tidak kawin</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Dedy mulai bekerja pada PT. Jaya Surabaya 2006, sebelumnya belum mendapat pekerjaan. Penghasilan Dedy dari PT. Jaya dalam masa Januari s/d Desember 2006 adalah sebagai berikut</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Gaji<span>                                                                              </span>Rp.<span>  </span>29.000.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tunjangan transport<span>                                                      </span>Rp. <span>   </span>3.000.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tunjangan makan <span>                                                         </span>Rp.<span>    </span>3.000.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Premi asuransi kecelakaan<span>                                            </span>Rp.<span>         </span>90.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Premi asuransi kematian <span>                                               </span>Rp.<span>         </span>30.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Iuran THT dibayar pemberi kerja <span>                                 </span>Rp.<span>       </span>330.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bonus<span>                                                                           </span>Rp.<span>    </span>2.500.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Iuran THT ditanggung pegawai<span>                                      </span>Rp.<span>       </span>180.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pasal 21 dipotong/dibayar telah sesuai dengan ketentuan </font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Premi asuransi kecelakaan dan asuransi kematian ditanggung pemberi kerja</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nama<span>               </span>: Ny. Emilia (karyawati)</font></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">NPWP<span>             </span>: -</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Alamat<span>             </span>: Jl. Melati, Surabaya</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Jabatan<span>             </span>: Sekretaris</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Status<span>               </span>: Kawin menanggung seorang anak, </font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 72pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>suami Emilia pegawai PT. Mapan penghasilan dalam tahun 2006</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Gaji<span>                                                                              </span>Rp.<span>  </span>48.000.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tunjangan transport<span>                                                      </span>Rp.<span>    </span>3.600.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tunjangan makan<span>                                                          </span>Rp.<span>    </span>3.600.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Penggantian biaya pengobatan <span>                                      </span>Rp.<span>    </span>1.500.000 </font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Premi asuransi kecelakaan<span>                                            </span>Rp.<span>       </span>180.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Premi asuransi kematian <span>                                               </span>Rp.<span>        </span><span> </span>60.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Iuran THT dibayar pemberi kerja <span>                                 </span>Rp.<span>       </span>660.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bonus<span>                                                                           </span>Rp.<span>    </span>5.000.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Iuran THT ditanggung pegawai<span>                                      </span>Rp.<span>       </span>300.000</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PPh. Pasal 21 dipotong/dilunasi<span>                                     </span>Rp.<span>       </span>352.550</font></p>
<p style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Premi asuransi kecelakaan dan asuransi kematian ditanggung pemberi kerja</font></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pembayaran kepada penerima imbalan kepada yang lainnya selain pegawai tetap telah dipotong PPh. Pasal 21/25 dan disetor sesuai dengan ketentuan</font></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PT. Jaya dalam tahun 2006 telah melakukan pembayaran upah, honorarium, dan pembayaran lain kepada selain pegawai tetap sebagai berikut</font></p>
<ol>
<li>
<ol>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">pembayaran honorarium kepada Drs. Suganda, Ak (Akuntan Public) sebesar Rp. 40.000.000 sebagai imbalan atas jasa audit laporan keuangan PT. Jaya</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Komisi sebesar Rp. 30.000.000 kepada Susilo status kawin belum mempunyai anak ( K/-) selaku agen perorangan yang dilakukan pada bulan desember 2006</font></li>
<li class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tuan Takayaki Gumi, konsultan produksi dari Jepang yang bekerja pada PT. Jaya selama 5 bulan sebesar Rp. 150.000.000</font></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pertanyaan :</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Isi SPT tahun PPh pasal 21/26 (SPT 1721 beserta lampiran-lampirannya) PT. jaya tahun 2006</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kautsartax.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kautsartax.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kautsartax.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kautsartax.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kautsartax.wordpress.com&amp;blog=1379634&amp;post=30&amp;subd=kautsartax&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kautsartax.wordpress.com/2007/11/30/tugas-kasus-spt-1721-pt-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Kautsar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
